Rindu Jiwa

29 Oct 2010
Puisi choesny 0 Comments

merajut sebuah lembaran rindu
bersama sisa-sisa kerinduan nan terpendam
walau pernah hilang dalam lamumanku
dan ku biarkan pergi menyusul rindunya
pada yang lain

merajut sebutir-demi sebutir
benih-benih cinta yang tergelatak
tak bertuan dan pasrah
dalam penantian tanpa batas waktu bicara

merajut dan meramu sisa-sisa aksara
pengantar salam rindu
salam kasih sayang
dan mungkin salam kebencian

dan ku terus merajut sampai semuanya
hilang dan ditelan waktu.
menunggu tuk rajutan berikutnya.

Bandung, 29 Oktober 2010.


TAGS


-

Author

Gemar menulis, berceloteh dan menggambar. Berkhayal dan ber imajinasi tentang masa kecil yang tak terlupakan. Itulah aku.

Search

Recent Post