Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia : Startup ‘tanpa modal’

22 Mar 2017
Internet Sehat Bikin Hebat choesny 0 Comments

Mengutip dari https://yurindra.wordpress.com prihal Ekonomi digital yang didefinisikan oleh Amir Hartman sebagai “the virtual arena in which business actually is conducted, value is created and exchanged, transactions occur, and one-to-one relationship mature by using any internet initiative as medium of exchange” (Hartman, 2000). Keberadaannya ditandai dengan semakin maraknya berkembang bisnis atau transaksi perdagangan yang memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi, kolaborasi, dan kooperasi antar perusahaan atau pun antar individu. Tengoklah bagaimana maraknya perusahaan-perusahaan baru maupun lama yang terjun ke dalam format bisnis elektronik e-business dan e-commerce.

Dari kutipan di atas dapat kita simpulkan bahwa ekonomi digital adalah sebuah proses ekonomi yang memanfaatkan jaringan internet dalam menjalankan usahanya. Dalam perkembangannya internet kini dapat di analogikan sebagai sebuah smartphone dengan akses data. Dengan smartphone terkoneksi ke jaringan internet maka siapapun bisa melihat dunia dan semua informasi digital. Benar kata nenek moyang kita dulu, bahwa “dunia tak selebar daun kelor”. Pepatah ini kini menjadi kenyataan.

Membangun START UP tanpa modal

Ups! Jangan senang dulu mas bro. Jaman sekarang tidak ada yang gratis.Izinkan penulis mengajak kita semua pada suatu kondisi dimana banyak orang yang memegang smartphone dengan berbagai tingkat social, pendikan yang berbeda, hobi yang berbeda serta perilaku yang berbeda. Jika di asumsikan ada 100 orang yang memiliki hobi yang sama, misalnya ada 100 orang punya hobi memancing maka aka nada 100 tips dan trik memancing ikan yang baik dan benar. Akan ada 100 pilihan tempat-tempat memancing yang layak di kunjungi.

Dan tidak itu saja, barangkali akan melahirkan banyak pelaku-pelaku ekonomi yang bergerak dibidang pembuatan mata kail, pembuatan umpan pancing imitasi dan lain sebagainya. Dan bila semua hal diatas dikemas dalam sebuah aplikasi berbasis mobile yang user friendly maka jadilah sebuah ide untuk membangun start up.

Mari kita lihat data statistik pendanaan startup terbesar di Indonesia saat ini, dimana Go-jek dengan pendanaan terbesar.

Jadi kira-kira apakah syarat yang diperlukan untuk membangun sebuah startup ?

IDE YANG SEDERHANA
Kita bisa mulai dari sebuah ide yang sederhana. Ide yang mudah dikerjakan dan ide yang disukai dan diperlukan oleh orang banyak serta berkesinambungan. Namun ide yang sederhana saja belumlah cukup.

JADIKAN IDEMU UNIK
Ide yang sederhana dan unik biasanya akan mendapatkan tempat dan mampu bersaing dengan competitor. Jadi berusahalah untuk menemukan ide-ide kreatif dan unik serta memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi. Jika perlu ciptakan ekosistem yang bisa memperpanjang ide-ide sederhana dan unik tadi sehingga melahirkan ide-ide yang lebih unik lagi, namun tetap focus dan konsisten dalam eksekusinya.

JANGAN TAKUT JIKA TAK PUNYA MODAL
Modal itu penting, tanpa modal (dalam arti kekuatan financial), sulit bagi kita untuk mengembangkan startup. Dan perlu digaris-bawahi bahwa modal semangat, kerja keras dan pantang menyerah adalah modal penting dalam membangun sebuah startup, disamping modal finalsial tentunya.

STARTUP LEGAL LEBIH BAIK
Legalitas sebuah usaha startup itu lebih baik, karena akan memudahkan kita dalam membangun ekosistem kerja yang juga baik, lebih terarah dan lebih focus dalam melakukan perencanaan dan pendanaan bila diperlukan.

TOTALITAS MEMBESARKAN STARTUP
Membesarkan startup tidak seperti meniup balon. Begitu ditiup balon langsung membesar. Membesarkan startup butuh kerja keras, focus, totalitas dan ekosistem yang bisa menumbuh suburkan startup.

Bila kita simak situs https://kominfo[dot]go[dot]id  potensi industri e-commerce di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Dari data analisis Ernst & Young, dapat dilihat pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di tanah air setiap tahun meningkat 40 persen. Ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia. Ini adalah peluang besar bagi terciptanya startup yang profit oriented.

Lalu sebenarnya apa yang menghambat potensi pertumbuhan e-commerce di Indonesia? Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ada enam isu, yaitu pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, logistik, serta edukasi dan sumber daya manusia. Isu-isu tersebut harus dikerjakan bersama-sama dengan lembaga terkait agar menghasilkan kebijakan yang komprehensif dan tersinkronisasi. Menarik bukan.

Jadi sebenarnya untuk membangun sebuah startup itu butuh modal atau tidak sangat tergantung dari tekad dan niat anda dan seberapa jeli kita membaca informasi data statistik Indonesia yang dengan mudah bisa kita dapatkan.Itu!


TAGS datablog


-

Author

Gemar menulis, berceloteh dan menggambar. Berkhayal dan ber imajinasi tentang masa kecil yang tak terlupakan. Itulah aku.

Search

Recent Post