Manajemen Cinta Berbasis Pengawasan

6 Apr 2017
Cerita Lucu choesny 0 Comments

Siapa yang tak mengenal kata ‘cinta’. Satu kata yang terdiri dari lima huruf berbeda. Meskipun terdiri dari lima huruf yang berbeda dan membentuk satu kata, namun arti dan maknanya bisa beragam. Tergantung dari sudut pandang dan persepsi kita masing-masing dalam menafsirkannya.

Dari dunia binatang kita mengenal istilah ‘cinta monyet’. Dari dunia hukum kita mengenal istilah ‘cinta terlarang’. Dari dunia arsitektur kita mengenai istilah ‘cinta segitiga’ dan dari dunia hiburan malam kita mengenal ‘cinta satu malam’.

Dan terakhir dari ilmu manajemen kita akan berkenalan dengan konsep ‘cinta berbasis pengawasan’.

Apa itu cinta berbasis pengawasan ? Mengapa cinta butuh pengawasan ?

Cinta berbasis Pengawasan muncul di era media social saat ini. Era dimana setiap individu bersosial dengan seperangkat alat interaksi komunikasi yang dikenal dengan smartphone. Ada beberapa aplikasi yang dominan digunakan sebagai media social, umumnya berbasis mobile karena lebih mudah dibawa kemana-mana dan  bersifat privat. Cinta berbasis pengawasan akan terasa sekali di kalangan muda-mudi yang tengah dimabuk asmara, atau mereka yang dalam status LDR.

Untuk memahami manajemen cinta berbasis pengawasan mari kita simak obrolan ringan dan lebay berikut ini :

Cowok : Beb, kamu lagi dimana beb ?

Cewek : Dirumah beb. Napa ? Kangen ma aku ya beb ?

Cowok : Ach. Enggak Kok. Aku gak kangen kok. Asli!

Cewek : Ach! Masa sih ? Awas kalo bohong ya. Aku kutuk jadi kecoa ngesot.

Atau pada contoh kedua ini.

Mama  : Pa! Nanti pulang jam berapa Pa ? Jangan kemalaman ya Pa.

Papa    : Iya Ma. Selesai miting Papa langsung OTW kok Ma.

Mama   : Beneran ya Pa! Langsung OTW ke rumah khan Pa?

Papa     : Ya iyalah Ma. Masa Papa mau OTW ke warteg tetangga sebelah Ma.

Mama          : Beneran lho ya. Awas kalo mampir kemana-mana. Gak Mama kasih jatah malam Jum’at nya lho.Awas ya Pa!

 

Cuplikan dialog di atas adalah salah satu contoh dari bentuk cinta yang berbasis pengawasan. Cinta berbasis pengawasan bisa di terapkan kepada anda yang masih berpajaran, masih tunangan atau anda yang sudah berumah tangga sekalipun. Mungkin bisa juga untuk anda yang masih jomblo. Misalnya ; Awas, jangan terlalu mesra dan berlama-lama sendirian lho.

Manajemen cinta berbasis pengawasan juga bisa di terapkan untuk buah hati kita, untuk anak-anak kita misalnya ; “Awas ya nak. Jangan pulang terlalu larut malam. Mama khawatir lho”.

Jadi apa maksud dari penggunaan kata ‘awas’ pada dua obrolan di atas ?

Perhatikan pada penggunaan kata ‘awas’ di atas. Inilah yang penulis maksudkan manajemen cinta berbasis pengawasan. Sedikit-sedikit awas, sedikit-sedikit awas, awas kok sedikit-sedikit.

Jadi apa maksud dari penggunaan kata ‘awas’ pada beberapa contoh di atas ?

Penggunaan kata ‘awas’ di atas adalah bentuk penekanan agar yang di ingatkan benar-benar menuruti apa yang di inginkan.Hmmmmm….. ternyata sebuah kecintaan butuh manajemen juga.


TAGS Cinta


-

Author

Gemar menulis, berceloteh dan menggambar. Berkhayal dan ber imajinasi tentang masa kecil yang tak terlupakan. Itulah aku.

Search

Recent Post