Kartini masa kini : Habis KuotaDATA Terbitlah Tagihan

21 Apr 2017
Opini choesny 0 Comments

Selamat Hari Kartini duhai saudari-saudariku sebangsa dan setanah air dimanapun kalian berada. Entah sudah berapa kali kita memperingati hari Kartini setiap tanggal 21 April. Dulu, dijaman Kartini untuk bisa berkomunikasi sangatlah sulit. Satu-satunya bentuk komunikasi kala itu adalah dengan ber koresponde atau berkirim surat. Disambing bentuk komunikasi lisan tentunya.

Kartini masa lalu adalah Kartini yang penyabar. Hidup dalam masa-masa penantian. Menanti balasan surat yang dikirimkan ke banyak teman-temannya yang ada di Belanda. Kartina masa lalu adalah Kartini yang hidup dengan banyak tekanan. Tekanan adat istiadat dan budaya. Tapi Kartini masa lalu adalah sosok wanita yang visionir. Wanita Indonesia dengan visi masa depan yang luar biasa.

Duhai saudari-saudariku Kartini masa kini. Dunia berputar terlalu cepat hingga gelap berganti terang tak terasa dalam rongga jiwa kita. Hari ini begitu cepat berubah berganti esok dan lusa. Sudah berapa penggal kata dan bahasa yang kit abaca di surat kabar ? Sudah berapa ribu kata yang pernah keluar dan lahir dari benda mungil selebar tapak tangan kita ? Sudah berapa ribu kawan dan sahabat bertengger mesra dalam phonebook kita masing-masing ? Akh! Terlalu banyak tanyaku pada Kartini-kartini masa kini hingga kering dan kerontang air liur di bibir ini.

Duhai saudari-saudariku Kartini masa kini dan masa akan datang. Izinkanku meminangmu sekali ini saja. Ku pinang dikau dengan seperangkat smartphone edisi terakhir lengkap dengan kuota datanya di bayar tunai. Ku hanya ingin kau hiasi dunia ini dengan bunga-bunga kata nan arif dan bijaksana agar generasi kita cerdas. Ku ingin kau percantik dan indahkan bahasamu dikala kau bercerita di media social, ku hanya ingin kau tampilkan dan tonjolkan semangat dan penampilanmu dengan busana terbaik dan terindah yang kau punya.

Duhai saudarai-saudariku Kartini masa kini, masa datang akhir zaman. Izinkan ku memetik setangkai mawar dari kebun pak RT yang telah lama ditinggal karena pak RT pergi ke Arab Saudi menyusul istrinya yang menjadi TKW disana. Ini mawar terindah yang bisa ku persembahkan untukmu. Tetaplah menjadi wanita Indonesia yang menjunjung tinggi harkat dan martabatmu sesuai kodratmu.

Duhai dikau Kartini masa kini, cukup Kartini masa lalu merasakan “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Tapi jangan menjadi Kartini masa kini yang hanya menghabiskan kuota data lalu menunggu terbitnya tagihan.

Selamat Hari Kartini duhai saudari-saudariku.


TAGS Kartini


-

Author

Gemar menulis, berceloteh dan menggambar. Berkhayal dan ber imajinasi tentang masa kecil yang tak terlupakan. Itulah aku.

Search

Recent Post