SEPERTI APA POHON SOSMED MU ?

7 Jun 2017
PENDIDIKAN Opini choesny 0 Comments

Menjamurnya social media dengan berbagai karakteristiknya telah memberikan pengaruh yang sangat cepat bagi perkembangan social di tanah air. Belum lagi ditambah dengan kemudahan dalam mengakses semua media social melalui smartphone. Kita bisa ber sosmed ria dari manapun. Dari kamar tidur, toilet, dalam kelas atau dimana saja selama bisa terjangkau oleh jaringan internet. Namun pada perkembangannya media sosial telah berubah menjadi sesuatu yang mengerikan.

Pada tulisan kali ini saya ingin mengajak para netizen untuk belajar bercocok tanam atau membudidayakan sebuah pohon yang saya beri nama POHON SOSMED. Ada banyak bibit pohon sosmed yang bisa kita budidayakan, di ataranya twitter, youtube, whatsApp, Telegram, LINE, Instagram, Path dan pohon sosmed lainnya.

Sebagai petani yang baik tentunya kita akan memilih pohon sosmed yang sesuai dengan kondisi tanah yang akan kita tanami. Dalam hal ini kita akan memilih media social yang benar-benar sesuai dengan maksud dan tujuan kita untuk ber sosialisasi.

Ketika pertama kali kita menanam pohon sosmed rasanya bahagia sekali. Setiap pagi dan sore akan selalu kita sirami dengan postingan status yang berbagai macam. Mau mandi posting ini, mau makan posting foto menu makanan, mau tidur posting kamar tidur dan sebagainya. Dan tak sadar ketika hari berganti minggu dan minggu berganti bulan lalu bulanpun berganti tahun. Akhirnya pohon sosmed kita tumbuh besar. Berputik seiring dengan bertambahnya jumlah teman. Putik-putik itu lalu berbunga dengan sejumlah komentar. Ada yang berkomentar menyenangkan jiwa dan raga kita. Ada pula yang berkomentar menyakitkan hati kita.

Dari bunga pohon sosmed kita akan berubah menjadi buah. Tapi tidak semua bunga bisa menghasilkan buah sesuai yang di harapkan. Demikian juga dengan sebuah postingan yang kita tulis di beranda kita. Kadang berbuahkan hal-hal yang menyakitkan bagi sebagian orang. Bahkan sampai menimbulkan polemic, karena yang kita posting mungkin sebuah hoax.

Berbeda ketika pohon sosmed kita menghasilkan buah yang ranum, manis dan memberikan khasiat bagi yang menikmatinya. Maka akan banyak orang yang akan bertanya “Ini pohonnya beli dimana? Bisa di cangkok gak ya?”. Pun demikian ketika postingan yang kita tulis disenangi oleh banyak orang dan meng inspirasi mereka untuk bisa melakukan hal yang sama. Maka mereka akan share postingan kita tadi. Inilah namanya berbagi kebaikan.

Jadi ? Apa maksud tulisan diatas ?

Maksudnya mari kita belajar kembali untuk bisa menanam pohon sosmed kita masing-masing secara baik dan benar. Pupuklah tanaman sosmed kita dengan taburan kata-kata yang indah dan manis agar kelak pohon kita bisa mengeluarkan putik-putik yang sehat yang kelak akan berubah menjadi bunga dan pada akhirnya menghasilkan buah yang ranum dan manis pula. Ketika pohon kita berbuah yang ranum dan manis, maka akan selalu ada ulat-ulat nakal yang akan merusak. Inilah perumpamaan ketika ada orang lain yang memposting hal-hal negative pada beranda sosmed kita. Maka jangan sungkan untuk membuang ulat-ulat atau hama perusak pohon sosmed kita. Bisa dengan un-follow, un-friend atau dislike.


TAGS #Opini


-

Author

Gemar menulis, berceloteh dan menggambar. Berkhayal dan ber imajinasi tentang masa kecil yang tak terlupakan. Itulah aku.

Search

Recent Post