PERSEKUSI, MENGAPA INI TERJADI ?

20 Sep 2017
BLOG COMPETITION choesny 0 Comments

Dari www(dot)id(dot)wikipedia(dot)org ; Persekusi (bahasa Inggris: persecution) adalah perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik.

Kasus persekusi marak terjadi ketika media sosial dan perkembangan teknologi komunikasi sudah menjamur dengan akses data yang mudah dan murah. Perkembangan smartphone dengan harga terjangkau dan beragamnya media sosial yang bisa digunakan oleh siapa saja ikut memberikan kontribusi negatif tindakan persekusi. Belum lagi ditambah oleh minimnya pengetahuan pengguna media sosial terhadap etika dan sopan santun dalam menggunakan media sosial dan konten-konten negatif yang tak terbendung, hal ini ikut men-stimulasi keinginan anak-anak muda atau generasi muda yang serba ingin tahu dan mencoba-coba.

Ada beberapa hal yang menyebabkan persekusi terjadi, antara lain :

Perilaku pengguna media sosial yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini ditandai dengan suka membagi konten negatif alias berita Hoax atau video yang memancing emosi, baik secara pribadi, sosial maupun budaya. Singkatnya konten yang bermuatan SARA. Hal itu diperparah dengan budaya hujarat kebencian baik berlatar belakang sosial, politik dan budaya.

Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Mungkin karena mereka beranggapan bahwa dunia maya adalah sebuah dunia yang bebas tanpa batas nilai- budaya, bebas dari etika sosial dan bisa mengatakan apa saja yang ingin dikatakan. Sebagian pengguna media sosial beranggapan bahwa dunia maya adalah dunia dimana kita bisa menjadi siapa saja. Menjadi orang baik bisa, menjadi orang bijak bisa, bahkan menjadi seorang jutawan juga bisa. Tentunya dengan melakukan pemalsuan jadi diri dan posting foto-foto yang membuat orang lain berdecak kagum. Ahaiy. Dan bila sudah bosan dengan karakter palsu yang diperankan tinggal delete akun media sosial lalu bikin akun baru lagi.

Minimnya Literasi Digital

Minimnya literasi digital atau kurangnya minat baca pengguna media sosial atau lazim disebut netizen menjadikan sebuah informasi yang beredar diterima apa adanya tanpa ada usaha sedikitpun untuk melakukan tindakkan seperti mencari literatur lain, membandingkan berita yang satu dengan berita yang lain. Kurangnya minat baca inilah yang memberikan andil negatif bagi tindakan persekusi yang dilakukan secara berkelompok dan terkadang bersifat spontan. Generasi millennia cenderung lebih cepat berkomentar dan berbagi konten dibandingkan melakukan analisa terhadap  informasi yang bersifat viral dan percaya begitu saja.

Sistem Pencegahan Dini

Pencegahan dini sangat diperlukan ketika sebuah group media sosial sudah berada pada tahap memanas. Misalnya membicarakan hal-hal yang bersifat SARA atau mengarah kepada hatespeech ( hujatan kebencian ) dan memancing tindakan persekusi. Memang Kementerian Kominfo telah memberikan wadah untuk kita melaporkan hal tersebut misalnya dengan mengirimkan pengaduan kita  ke email : aduankonten@kominfo.go.id atau ke http://trustpositif.kominfo.go.id

Pencegahan dini sangat diperlukan secara cepat, akurat dan tegas agar tindakan persekusi dapat dicegah sebelum tindakan tersebut menelan korban dan berdampak sosial yang lebih luas. Disinilah pentingnya tindakan cepat akurat dan tegas pihak kepolisian atau pihak-pihak terkait lainnya.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah peran orangtua dan pendidik dalam menyisipkan pesan-pesan moral pada anak didiknya tentang tindakan persekusi dan apa yang harus dilakukan jika menerima, melihat atau mendengar atau tahu bahwa sebuah group atau teman-teman di lingkungannya terindikasi akan melakukan tindakan persekusi. Misalnya dengan memberikan laporan lengkap ke LPSK melalui media sosial atau cara-cara lain.

Disatu sisi media sosial memberikan banyak jendela informasi yang bermanfaat,namun karena minimnya pengetahuan kita akan literasi digital menjadikan nilai-nilai positif media sosial bagaikan pisau bermata dua. Bahkan media sosial kini dituding menjadi media pemecah persatuan karena banyaknya informasi yang terdistorsi karena kepentingan pihak lain. Kini, diam saja tidaklah selamanya emas, sebab #DiamBukanPilihan .


TAGS Persekusi


-

Author

Gemar menulis, berceloteh dan menggambar. Berkhayal dan ber imajinasi tentang masa kecil yang tak terlupakan. Itulah aku.

Search

Recent Post