• 6

    Apr

    Manajemen Cinta Berbasis Pengawasan

    Siapa yang tak mengenal kata ‘cinta’. Satu kata yang terdiri dari lima huruf berbeda. Meskipun terdiri dari lima huruf yang berbeda dan membentuk satu kata, namun arti dan maknanya bisa beragam. Tergantung dari sudut pandang dan persepsi kita masing-masing dalam menafsirkannya. Dari dunia binatang kita mengenal istilah ‘cinta monyet’. Dari dunia hukum kita mengenal istilah ‘cinta terlarang’. Dari dunia arsitektur kita mengenai istilah ‘cinta segitiga’ dan dari dunia hiburan malam kita mengenal ‘cinta satu malam’. Dan terakhir dari ilmu manajemen kita akan berkenalan dengan konsep ‘cinta berbasis pengawasan’. Apa itu cinta berbasis pengawasan ? Mengapa cinta butuh pengawasan ? Cinta berbasis Pengawasan muncul di era me
    Read More
  • 12

    Feb

    GUYONAN ALA DEWA AMOR

    Siapa yang tak kenal Dewa Amor. Sang Dewa Cinta yang konon bersemayam di tahtah kebesarannya yang dijuluki HATI. Entah benar antah tidak, lokasi tahtah ini sampai sekarang belum pernah diselidiki baik oleh arkeologi maupun para peneliti khususnya Universitas Cinta Fakultas Rindu. Yang membingungkan kita semua adalah kadang cinta memihak pada pulus, harta atau jabatan. Tapi kita sering berdalih kalau cinta itu buta, “love is blind”. Demikian orang-orang di kampungku menyebutnya.Hmmm, sepertinya kita tidak usah berpanjang lebar mengenai lokasi sebenarnya dari tahtah Dewa Cinta ini. Dalam kitab “Amore La Secreete” karangan Dewa Amor sendiri, tertulis dengan jelas dan terperinci bahwa CINTA yang menempel pada hati seseorang dapat di deteksi dari jenis simcard ponsel ya
    Read More
  • 17

    Dec

    CNN BERTANYA CHOESNY MENJAWAB (session-2 # The End)

    Jangan tebal-tebal make-up nya ya Uni.Tipis saja.Soalnya Choesny udah ganteng kok Uni. Aku memulai pembicaraan di kamar rias. Kamar riasnya tidak terlalu besar. Mungkin berukuran 2 x 2 meter. Tapi jangan tanya perlengkapan salonnya. Sebut saja pengering rambut, bak cuci rambut, mau mandi di bathtube ukuran olimpiade juga bisa. Pokoknya lengkap bin serba ada. Audio systemnya juga ber merek. Lemari es ukuran jumbo juga ada. Dan beberapa lap top juga ada. Wouw…keren abis pokoknya. Tapi adanya di salon seberang sana. Persis di depan salon Uni Sovie. Salon uni Sovie cuma ada MP3 player yang memutar lagu-lagu minang tempo doeloe. Aku dah lupa judul lagunya. Yang jelas ada kata-kata ayamnya. Ayam sori atau apa ya?….Oh iya..judul lagunya ayam den lape. Bentar ya Uda Choesny, sebenta
    Read More
-

Author

Gemar menulis, berceloteh dan menggambar. Berkhayal dan ber imajinasi tentang masa kecil yang tak terlupakan. Itulah aku.

Search

Recent Post